Menurut Paulus, pemilihan siswa penerima bantuan dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Siswa yang diprioritaskan menerima bantuan adalah mereka yang belum pernah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), baik reguler maupun aspirasi, serta berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan dan berada di bawah standar kesejahteraan.
“Kami berupaya memastikan bantuan ini diterima oleh siswa yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, penerima bantuan dipilih berdasarkan kondisi ekonomi keluarga dan belum pernah mendapatkan bantuan serupa sebelumnya,” ujar Paulus.
Ia menjelaskan bahwa bantuan berupa tas sekolah dan alat tulis memiliki manfaat yang besar dalam mendukung kegiatan belajar siswa di sekolah. Dengan perlengkapan belajar yang layak, siswa dapat membawa dan menyimpan buku pelajaran dengan lebih baik sehingga lebih nyaman mengikuti proses pembelajaran.
Menurutnya, manfaat utama dari bantuan tersebut adalah meningkatnya motivasi dan semangat belajar siswa. Kehadiran tas sekolah dan alat tulis baru diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri, aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing dengan teman-teman mereka.
“Bantuan ini bukan hanya soal tas dan alat tulis, tetapi juga tentang memberikan semangat kepada anak-anak agar terus belajar dan berusaha meraih prestasi. Kami berharap mereka semakin percaya diri dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” katanya.
Paulus menambahkan bahwa dukungan terhadap kebutuhan dasar pendidikan merupakan langkah penting dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri dan meningkatkan prestasi belajar.
Salah seorang siswa penerima bantuan, Aven, mengaku senang dan bangga karena mendapatkan tas sekolah baru.