PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Flores Timur- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyelenggarakan pelatihan kepada 300 ratusan petugas pendata Lapangan (PPL) sensus ekonomi 2026 dan petugas pemeriksa lapangan (PML) di tiga wilayah yaitu Hotel Sunrise Larantuka, Hotel Gelekat Nara dan Rusun Unio Keuskupan Larantuka, Rabu (3/6/2026).
Pantauan media, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran tiba di Rusun Unio Keuskupan Larantuka langsung dikalungi oleh kepala BPS Flores Timur, Feliksia Penaten Kelo Siola.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Flores Timur, Feliksia Penaten Kelo Siola, mengatakan, PPL dan PML yang akan melakukan pendataan, mendatangi responden dan menginput data mereka secara digital dengan metode FASIH (Flexible AuthenticallySurvey in Harmony).
Baca juga: SMAK Santa Maria Monte Carmelo Maumere Raih Juara 2 Lomba Konten Kreator Christian Cup I 2026
Pelatihan yang diberikan kepada 260 petugas pendataan lapangan (PPL) dan 40 petugas pemeriksa lapangan (PML) dapat memberikan manfaat agar para peserta dapat dengan terampil saat berada di lapangan.
“Pendataan dengan handphone, ada spesifikasinya, minimal ram handphone 4 giga. Tolong handphone ada instal facebook, tik tok, instragram, shoppe, dihapus dulu, hanya WA saja. Dikhawatirkan handphone eror karena banyak aplikasi yang bisa mengganggu petugas pada saat pendataan. Nanti ibu panitia dan instruktur bisa sekali-sekali cek,” kata Feliksia saat membawakan sambutan di Rusun Unio Keuskupan Larantuka, Rabu.
Feliksia mengatakan, sensus ekonomi 2026 sangat bermanfaat bagi desa-desa serta kelurahan di Flores Timur juga menjadi acuan bagi para pemimpin di Flores Timur untuk menggunakan data tersebut. Sensus ekonomi ini, lanjutnya, tidak hanya mendata ekonomi usaha tetapi juga mendata keluarga.
“Kendala lapangan, kita menghadapi berbagai karakter, door to door tak ada satu pintu yang terlewatkan. Waktunya 2 setengah bulan. Target 10-13 rumah tangga per hari,” tandasnya.
