Ketika Nurani Bangsa Menangis |Antologi Puisi Martin Meli|

"Pancasila duduk di sudut sejarah,

Memandang anak-anak bangsa yang kian berubah.

Ia tidak marah, tidak pula membantah,

Namun matanya basah menyaksikan arah yang mulai goyah".
Martin Meli. Penulis, berasal dari Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Saat ini ia adalah mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang menekuni studi teologi. Ia memiliki minat pada dunia pendidikan, refleksi iman dan pengabdian kepada masyarakat.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COMPembaca PerspektifNusantara yang budiman. Tanggal 01 Juni adalah Hari Lahirnya Pancasila sekaligus Hari Anak Internasional. Pada hari ini, semua warga masyarakat merayakan hari yang cukup bersejarah dalam perjalanan Negara tercinta ini. Untuk memaknai hari ini, Hari Lahir Pancasila, setiap orang memiliki cara pandang dan penghayatan yang terbeda terhadapnya. Berikut merupakan kumpulan puisi dari seorang penulis handal, Martin Meli. Selamat membaca.

 

PANCASILA DI PERSIMPANGAN ZAMAN

Baca juga: Kumpulan Puisi Aprianus

 

Di dinding-dinding sekolah namamu terpahat,

Di bibir para pejabat engkau lantang disemat,

Baca juga: Kumpulan Puisi Aprianus Gregorian Bahtera

Lima sila diucapkan dengan suara penuh semangat,

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru