Kumpulan Puisi Aprianus Gregorian Bahtera

Melalui karya-karyanya, Aprianus Gregorian Bahtera tidak hanya menyajikan ungkapan perasaan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan makna cinta, kesunyian, dan perjalanan hidup yang kerap menyisakan pertanyaan tanpa jawaban pasti.
Aprianus Gregorian Bahtera, Mahasiswa Fakultas Filsafat, Universitas Widya Mandira Kupang

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Aprianus Gregorian Bahtera adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Widya Mandira Kupang. Selain aktif menekuni studi filsafat, ia juga aktif menulis berbagai artikel di media online serta menghasilkan karya-karya sastra yang merefleksikan pengalaman hidup, pergulatan batin, dan dinamika relasi antarmanusia. Sejumlah tulisannya telah dibukukan dalam berbagai buku antologi yang diterbitkan oleh sejumlah penerbit nasional.

Melalui puisi-puisinya yang berjudul “Entah”, “Senyummu yang Mengagumkan”, dan “Berlalu Tanpa Kata”, Aprianus menghadirkan refleksi mendalam tentang cinta, kerinduan, harapan, dan kehilangan. Dalam puisi Entah, penyair menampilkan suasana batin yang dipenuhi keraguan dan pencarian makna atas sebuah hubungan yang terasa semakin jauh. Sementara itu, Senyummu yang Mengagumkan menggambarkan pesona pertemuan sederhana yang membangkitkan rasa kagum, namun terhalang oleh keraguan dan keterbatasan keberanian untuk mengungkapkan perasaan.

Adapun puisi Berlalu Tanpa Kata mengisahkan perpisahan yang datang tanpa penjelasan, meninggalkan luka yang hanya dapat dirasakan oleh hati yang pernah mencinta. Ketiga puisi tersebut memperlihatkan kepekaan Aprianus dalam menangkap pengalaman emosional manusia dan menuangkannya dalam bahasa yang sederhana, reflektif, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Arus Media Sosial dan Degradasi Karakter Bangsa

Melalui karya-karyanya, Aprianus Gregorian Bahtera tidak hanya menyajikan ungkapan perasaan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan makna cinta, kesunyian, dan perjalanan hidup yang kerap menyisakan pertanyaan tanpa jawaban pasti.

 

Entah

Baca juga: Deep Learning dan Masa Depan Pendidikan: Antara Revolusi Digital dan Tantangan Kemanusiaan

 

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru