berani mengampuni, melayani dengan tulus, menjaga integritas, dan menghadirkan damai bagi sesama.
Bait Allah yang disucikan Yesus juga mengingatkan bahwa hati kita adalah rumah Tuhan. Ketika hati dipenuhi iri hati, kebencian, kesombongan, atau kepentingan diri, maka “Bait Allah” itu menjadi kotor. Karena itu, Tuhan memanggil kita untuk membersihkan hati melalui doa, pertobatan, dan kasih.
Rasul Petrus dalam bacaan pertama berkata:
“Yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain.”
Kasih adalah buah utama iman. Tanpa kasih, doa menjadi kosong. Tanpa kasih, pelayanan kehilangan makna. Tanpa kasih, agama hanya menjadi simbol tanpa kehidupan.
Hari ini Tuhan bertanya kepada kita: Apakah hidupku hanya penuh daun, atau sungguh menghasilkan buah?
Pesan Hari Ini
