PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Pelantikan 376 PNS oleh Bupati Juventus Prima Yoris Kago hari ini bukan sekadar seremoni birokrasi. Ia adalah momentum moral. Sebab di tengah tepuk tangan, jas rapi, dan pengambilan sumpah jabatan, publik sesungguhnya sedang menagih sesuatu yang jauh lebih penting: integritas dan pelayanan.
Rakyat Sikka tidak terlalu peduli siapa duduk di kursi mana. Yang mereka rasakan adalah apakah mengurus administrasi masih dipersulit, apakah pegawai masih datang terlambat, apakah masyarakat kecil masih dipingpong dari meja ke meja, dan apakah pelayanan publik masih berjalan dengan wajah dingin tanpa empati.
Bupati Sikka sendiri dalam berbagai kesempatan beberapa bulan terakhir berulang kali menekankan soal disiplin ASN dan evaluasi birokrasi. Pada April 2026, ia bahkan menegaskan evaluasi terhadap sistem kerja ASN dan pentingnya disiplin pelayanan publik.
Baca juga: Lebih Baik Main Bola Daripada Main Perasaan Orang
Itu menunjukkan bahwa problem birokrasi memang nyata.
Namun pertanyaan besarnya: apakah pelantikan hari ini akan melahirkan birokrasi baru, atau hanya mengganti nama di papan jabatan?
Fakta pelayanan publik di NTT dan Sikka menunjukkan bahwa tantangan ASN bukan soal kekurangan slogan, tetapi kekurangan konsistensi.
Data Ombudsman RI memperlihatkan bahwa pada 2018, Kabupaten Sikka pernah masuk kategori buruk dalam kepatuhan pelayanan publik dengan nilai hanya 36,00 dan berada di zona merah. Itu adalah tamparan keras terhadap wajah birokrasi daerah saat itu.
