Menuju Inkulturasi yang Dewasa dan Profetis
Inkulturasi sejati menuntut kedewasaan iman: keberanian untuk mencintai budaya sendiri, sekaligus kesediaan untuk membiarkannya diubah dan dimurnikan oleh Injil. Iman tidak datang untuk menghapus adat, tetapi juga tidak untuk membekukannya. Injil adalah roh yang menghidupkan dan roh yang hidup selalu bergerak, memurnikan, dan memperbarui. Tanpa sikap kritis ini, kita mungkin memiliki adat yang sangat religius, tetapi iman yang kehilangan daya pembebasan.
