PERSPEKTIFNUSANTARA.COM-Ladopurab, Flores Timur- Nada suara Fillia meninggi, bikin kaget. Suaranya membela kesunyian lapak Gado-gado Bu Warno malam itu, Selasa (28/4/2026).
Filia memekik dalam seakan bertanya kepada Gereja dan pemerintah tentang rasa aman yang tak lagi dirasakan anak-anak zaman ini.
Ia memberi nafas pada setiap kata yang keluar dari bibirnya dengan penuh orkestrasi, berdaya dan menyentuh siapa saja yang menonton adegan takzim.
Baca juga: Identitas Pastor di NTT yang Diduga Digerebek Warga saat Berduaan Bersama Perempuan dalam Rumah
Tak hanya Filia, beberapa siswa yang ikut meramaikan kegiatan malam itu, menyanyi dan berpuisi dengan kedalaman kerongkongan yang penuh aksentuasi.
Pembina Bengkel Seni Milenial, Moh. Zaini Ratulolli mengatakan Ngopi puisi pertama kali diadakan pada tahun 2018.
Selasa (28/4/2026), Ngopi Puisi diadakan lagi Oleh Bengkel Seni Milenial (BSM) guna memperingati hari Puisi Nasional sejak 28 April 1949 bertepatan dengan wafatnya penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar.
Baca juga: Doa yang Tak Sampai
Moh. Zaini Ratulolli mengatakan, kegiatan Ngopi Puisi bertujuan agar Generasi Muda Flores Timur semakin mengenal sastra dari cara yang sederhana dan menyenangkan, di tengah keringnya apresiasi sastra di ruang-ruang publik publik saat ini.
