Renungan Katolik Harian; Rabu, 20 Mei 2026

Dunia saat ini sering menawarkan jalan yang mudah tetapi menjauhkan manusia dari kebenaran: kebencian, iri hati, egoisme, dan sikap saling menjatuhkan. Menjadi pengikut Kristus berarti berani hidup berbeda. Kita dipanggil menjadi terang, pembawa damai, dan saksi kasih Tuhan di tengah lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat.
Gambar ilustrasi

Tetap Setia di Tengah Dunia

Hari Biasa Pekan VII Paskah
Bacaan: Kis 20:28-38; Yoh 17:11b-19

Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa kepada Bapa bagi para murid-Nya. Ia tahu bahwa para murid akan menghadapi tantangan, penolakan, bahkan penderitaan setelah Ia kembali kepada Bapa. Karena itu Yesus berkata, “Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat.”

Doa Yesus ini menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada manusia. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita berjalan sendirian. Bahkan ketika hidup terasa berat, Yesus tetap menyertai dan mendoakan kita.

Baca juga: Renungan Harian Katolik — Minggu, 17 Mei 2026

Dunia saat ini sering menawarkan jalan yang mudah tetapi menjauhkan manusia dari kebenaran: kebencian, iri hati, egoisme, dan sikap saling menjatuhkan. Menjadi pengikut Kristus berarti berani hidup berbeda. Kita dipanggil menjadi terang, pembawa damai, dan saksi kasih Tuhan di tengah lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus mengingatkan umat agar tetap berjaga-jaga dan setia menjaga iman. Kesetiaan kepada Tuhan memang tidak selalu mudah, tetapi Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya berjuang sendiri.

Kadang kita merasa lelah berbuat baik. Kadang kejujuran justru dibalas dengan kekecewaan. Namun Injil hari ini mengajarkan bahwa kesetiaan kecil setiap hari adalah bentuk nyata kasih kepada Tuhan.

Baca juga: "Bunda Maria Datang Mengunjungi Kita”: Ratusan Umat Padati Misa Bulan Maria di St. Petrus Sap’an, Romo Mundus Sentuh Hati Umat tentang Kasih Ibu

Menjadi murid Kristus bukan berarti bebas dari masalah, tetapi memiliki kekuatan untuk tetap berdiri bersama Tuhan di tengah persoalan hidup.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru