Ratusan Penumpang di Bandara Frans Seda Maumere Batal Terbang Imbas Erupsi Gunung Lewotobi

Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Kabupaten Sikka, NTT

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur berdampak langsung pada operasional penerbangan di Nusa Tenggara Timur. Sebaran abu vulkanik menyebabkan Bandara Fransiskus Xaverius Seda Maumere, Kabupaten Sikka, ditutup sementara selama dua hari mulai Kamis (23/4/2026).

Penutupan dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan jalur penerbangan dan area pendekatan bandara terpapar abu vulkanik yang dinilai membahayakan keselamatan penerbangan.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Maumere, Partahian Panjaitan, mengatakan penutupan mengacu pada NOTAM Nomor C0487/26 NOTAMN.

Baca juga: Aliansi Masyarakat Perantauan Iantena Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Sikka

“Penutupan berlaku sampai 24 April 2026 pukul 06.00 WITA demi menjamin keselamatan operasional penerbangan,” ujarnya, Kamis (23/4).

Akibat kebijakan tersebut, sedikitnya 122 calon penumpang gagal melakukan perjalanan. Sejumlah penerbangan yang terdampak di antaranya rute Maumere–Makassar, Makassar–Maumere, Kupang–Maumere, dan Maumere–Kupang.

Berdasarkan data maskapai, rincian daftar penerbangan yang terdampak:

Baca juga: 1.773 ASN Ikuti Latsarmil Komponen Cadangan 2026 di Lanud Halim, Siap Perkuat Pertahanan Negara

IW1941: Maumere (MOF) – Makassar (UPG)

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru