AH TUHAN

Antologi Puisi ||Oktavia Eriska||
Penulis: Oktavia Eriska

PERSPEKTIFNUSANTARA.COMPembaca yang budiman.
Antologi puisi berikut merupakan hasil pergumulan Oktavia Eriska. Eriska menampilkan titik terendah tokoh Aku ketika sesuatu yang berharga bagi dirinya harus berakhir.
Hal itu membuat dirinya harus protes kepada Tuhannya tentang semua yang telah diambil darinya.
Sebagai pembaca kita bisa menemukan makna sendiri dari puisi-puisi ini.

Selamat membaca.

USAI

 

Baca juga: ANTOLOGI PUISI II ||Martin Meli||

Disisa waktu yang kita miliki
Aku melewatinya sendiri
Menggenggam harap yang mulai patah
Memeluk asah yang perlahan runtuh

Diujung jalan yang pernah kita lewati
Langkahku terhenti
Hangat kasih kita perlahan menghilang
Dibawah pergi hembusan angin senja

Dilorong tua yang pernah kita telusuri
Sepih mulai merenggut riuh yang pernah kita ciptakan
Aku kewalahan melerai sunyi yang memelukku kian erat
Pun kesusahan mengusir sepih yang menggema di dasar jiwa

Baca juga: Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, Ketua TP PKK/TP Posyandu Sikka Sosialisasikan 6 SPM kepada Kader di Magepanda

Di bangku taman yang pernah menjadi saksi kebersamaan kita
Aku memeluk kisah yang perlahan berakhir
Aku termenung, mencoba mencerna semuanya
Binar matamu, manis senyummu
Semakin ribut dalam ingatan

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru