PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Kelompok Aliansi Masyarakat Perantauan Iantena yang tergabung dalam group Megu Mo’ong Iantena terus melakukan aksi sosial terhadap korban yang berdampak angin puting beliung di Dusun Dobo, RT 01 Rw 01 dan RT 02 Rw 01, Desa Iantena Kecamatan kewapante, Kabupaten Sikka pada 10 Maret 2026 lalu .
Kelompok yang diketuai oleh Agustinus Yatarten, Anggota Polres Manggarai-Polsek Cibal dan Anggota Bhabinkamtibmas Desa Golowoi-Kecamatan Cibal Barat ini memberikan bantuan sosial berupa uang tunai kepada pihak korban pada Rabu, 22 April 2026, setelah sebelumnya memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masing-masing korban terdampak.
Berdasarkan data yang diterima, pihak-pihak yang terdampak bencana adalah Maria Domitila (50), Ignasius Nong Trisman Koda (37), Maria Donaines (65), Ferdiana (80), Wihelmus Wilem(74), Jupita (53), Agustina Ana (60) dan Maria Dince (60).
Baca juga: Sinergi Baru, TP-PKK Kelurahan Wairotang di Sikka Gelar Pertemuan Perdana
“Ini merupakan bantuan kedua setelah sebelumnya di sumbangan pertama menggunakan dana pribadi karena kita mesti merespon dengan cepat dan kita fokuskan pada korban yang benar-benar mengalami keruskan para pada tempat tinggal mereka. Memang menurut data yang diperolah dari desa setempat, bahwa terdapat sekitar 8 rumah warga yang terdampak,” demikian informasi dari Agustinus Yatarten melalui Via telepon ketika dihubungi media.

Dari 8 rumah warga yang terdampak angin puting beliung terdapat diantaranya 5 rumah yang mengalami rusak berat.
“Berdasarkan survey teman-teman terdapat 5 rumah terdampak yang kiranya harus diperhatikan secara khusus karena mengalami kerusakan berat sehingga pada kesempatan ini, di tahap yang kedua ini, kami memfokuskan pada 5 rumah tersebut tetapi tidak berarti 3 rumah lainnya tidak. Kita tetap memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan,” tambah Bhabinkamtibnas Desa Golowoi ini.
Menurut kesaksian warga setempat, anggota keluarga terdampak terpaksa dalam beberapa waktu terakhir menginap di rumah tetangga bahkan di kampung tetangga.
