Sepucuk Surat Untuk Tuhan | Antologi Puisi Anselmus N. Halek

"Dengan Penuh Keyakinan, Aku Datang Berserah. Bukan Sebagai Orang yang Sempurna, Melainkan Lembaran Kumal, Terkulai dan Ternoda. Barangkali, Lilin yang Bernyala adalah Harapan Tersisa, Sebelum Lelehan Terakhir Memadamkan Asmara dalam Batinku".
Penulis, Anselmus N. Halek. Mahasiswa Semester 5 Prodi Filsafat IFTK Ledalero, Berasal dari Atambua , Tinggal di Unit Santo Arnoldus, Nitapleat.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- Sahabat PeNa (PerspektifNusantara) yang budiman. Membaca puisi atau karya sastra adalah sama dengan merayakan kematian penulis. Ketika karya ini sampai ke meja baca atau ke layar ponselmu, tanggung jawab penulis atas kebermaknaan karya telah selesai. Pertanggungjawaban atas teks adalah tugas dan tanggung jawab pembaca. Selamat bertanggungjawab !

 

 

Baca juga: Merayakan Hari Ulang Tahun ke-64, Inilah SMAS St. Gabriel di Mata Para Alumni.

Puisi Untuk Tan Malaka

Parade kata yang belum sempat kau rapikan.

Kata berkelana puluhan tahun mencari setiap suku kata.

Baca juga: Janji dan Harapan || Antologi Puisi Martin Meli

Menjadi kalimat pun harus diplomasi

Halaman: 123456789

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru