Sepucuk Surat Untuk Tuhan | Antologi Puisi Anselmus N. Halek

"Dengan Penuh Keyakinan, Aku Datang Berserah. Bukan Sebagai Orang yang Sempurna, Melainkan Lembaran Kumal, Terkulai dan Ternoda. Barangkali, Lilin yang Bernyala adalah Harapan Tersisa, Sebelum Lelehan Terakhir Memadamkan Asmara dalam Batinku".
Penulis, Anselmus N. Halek. Mahasiswa Semester 5 Prodi Filsafat IFTK Ledalero, Berasal dari Atambua , Tinggal di Unit Santo Arnoldus, Nitapleat.

Kupeluk Ibu di tengah puing-puing badai

Malam yang syahdu, aku mengadu.

Tangis menentang derasnya angin.

Aku mendekap dalam aroma kehangatan ibu.

Air mata mengalir ketakutan.

Sesekali, berkali-kali dan berulang-ulang.

Aku masih saja tersedu-sedu.

Halaman: 123456789

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru