sebelum lelehan terakhir memadamkan asmara dalam batinku.
Rumah di mana, segala rindu berlabuh.
Bahkan kehadiranmu menjadi istana cinta yang tak berkesudahan.
Namun, sepucuk surat ini adalah penitensi yang tak ingin aku sogok.
Tidak dengan amplop, tapi hati yang ingin bertolak lebih dalam.
Sepucuk surat ini adalah bukti noda, harapan, dan cinta yang enggan mati ditelan zaman.