Kata kiri, kanan kita kiri, kanan rakyat kecil, buruh, tani, ingin merdeka.
Berdiri di sebuah paragraph kokoh, bahasa satu, bangsa satu dalam naungan Republik Indonesia.
Namun, sayangnya sajak indah belum berkumandang.
Langkah kiri terhenti oleh koma dan titik
Dipenjara, diasingkan, dikecam penghalang kemerdekaan.
Sampai nasib raib secara tragis oleh kaum sebangsanya.
Hari ini sebuah puisi untukmu Tan Malaka