Sepucuk Surat Untuk Tuhan | Antologi Puisi Anselmus N. Halek

"Dengan Penuh Keyakinan, Aku Datang Berserah. Bukan Sebagai Orang yang Sempurna, Melainkan Lembaran Kumal, Terkulai dan Ternoda. Barangkali, Lilin yang Bernyala adalah Harapan Tersisa, Sebelum Lelehan Terakhir Memadamkan Asmara dalam Batinku".
Penulis, Anselmus N. Halek. Mahasiswa Semester 5 Prodi Filsafat IFTK Ledalero, Berasal dari Atambua , Tinggal di Unit Santo Arnoldus, Nitapleat.

Kata kiri, kanan kita kiri, kanan rakyat kecil, buruh, tani, ingin merdeka.

Berdiri di sebuah paragraph kokoh, bahasa satu, bangsa satu dalam naungan Republik Indonesia.

Namun, sayangnya sajak indah belum berkumandang.

Langkah kiri terhenti oleh koma dan titik

Dipenjara, diasingkan, dikecam penghalang kemerdekaan.

Sampai nasib raib secara tragis oleh kaum sebangsanya.

Hari ini sebuah puisi untukmu Tan Malaka

Halaman: 123456789

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru