Selain unsur penyelenggara Pemilu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI), HMI, PMKRI, serta sejumlah organisasi masyarakat dan elemen lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai demokrasi tidak hanya menjadi domain penyelenggara Pemilu atau partai politik. Demokrasi juga menjadi tanggung jawab masyarakat sipil, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas literasi, serta para pegiat kebudayaan.
Dalam konteks tersebut, diskusi publik dengan tema “Demokrasi dalam Sastra, Sastra dalam Demokrasi” menjadi relevan karena mempertemukan dua ruang yang sering dipandang terpisah: politik dan sastra
Novel sebagai Catatan tentang Pemilu 2024
Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir mencoba menghadirkan Pemilu dari sisi yang lebih dekat dengan pengalaman manusia. Kotak suara menjadi simbol yang menghubungkan pilihan individu dengan masa depan kolektif bangsa.
Pemilu 2024 sendiri meninggalkan berbagai cerita tentang pilihan politik masyarakat, kerja para penyelenggara Pemilu, dinamika kontestasi, serta harapan warga negara terhadap pemerintahan yang lahir dari proses demokrasi.
Melalui sastra, berbagai pengalaman tersebut dapat direkam bukan hanya sebagai catatan politik, tetapi juga sebagai dokumentasi sosial dan kemanusiaan.