Tangis dan Penghormatan Iringi Pemakaman Alfonsius Albinus Mehan: Dokter Hewan Dermawan Korban Penembakan OPM

Ibadah pemakaman dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, P. Wilhelmus Lae, CP. Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyerahkan santunan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sikka kepada pihak keluarga almarhum.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana haru dan isak tangis menyelimuti Rumah Duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka pada Minggu (13/9/2026). Ratusan pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam Misa Requiem dan upacara pemakaman drh. Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan oleh Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap III Ndugama.

Ibadah pemakaman dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, P. Wilhelmus Lae, CP. Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyerahkan santunan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sikka kepada pihak keluarga almarhum.

Suasana penghormatan berlangsung khidmat saat regu Satpol PP Kabupaten Sikka mengusung peti jenazah almarhum menuju peristirahatan terakhirnya, diiringi prosesi tabur bunga oleh jajaran Forkopimda dan keluarga besar.

Baca juga: Duka di Sikka: Jenazah Dokter Hewan Alfonsius Mehan, Korban Penembakan OPM di Nduga, Tiba di Maumere

Pengabdian Tulus yang Terhenti di Medan Tugas

Alfonsius Albinus Mehan—putra daerah kelahiran Maumere, 1 Maret 1991—merupakan lulusan Profesi Dokter Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (2017). Sejak 2018, almarhum memilih mendedikasikan hidup dan keahliannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Selama delapan tahun mengabdi, almarhum dikenal bukan hanya sebagai dokter hewan yang berdedikasi di kliniknya, melainkan juga figur yang aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Beliau menjabat sebagai Sekretaris Komunitas Umat Basis (KUB) serta aktif dalam Paguyuban Batak dan Flores di Wamena. Almarhum meninggalkan seorang istri, Tiur Siska Yohana Sari Hutagalung, dan tiga orang anak.

Baca juga: Bupati Sikka Kecam Keras Penembakan OPM di Jayawijaya: “Ini Lebih Keji dari Teroris, Negara Tidak Boleh Kalah!”

Kronologi Kejadian

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru