Perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI) RI, M. Irwansyah, S.E., M.Pd., kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam upaya merawat demokrasi melalui karya sastra.
“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat demokrasi melalui karya sastra. Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir hadir sebagai pengingat bahwa Pemilu 2024 bukan sekadar peristiwa politik, melainkan juga narasi kemanusiaan tentang pilihan, pengorbanan, dan harapan rakyat Indonesia,” tegas Irwansyah.
Menurutnya, sastra memiliki kekuatan untuk menghadirkan sisi kemanusiaan dari sebuah peristiwa politik. Melalui cerita, masyarakat dapat melihat bahwa di balik angka-angka hasil Pemilu terdapat manusia dengan berbagai harapan dan kepentingan yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa.
Dengan demikian, sastra tidak hanya menjadi karya estetis, tetapi juga dapat menjadi medium refleksi sosial dan pendidikan demokrasi.
Dihadiri Berbagai Elemen Demokrasi
Diskusi publik dan peluncuran novel tersebut turut dihadiri berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kehidupan demokrasi Indonesia.
Sejumlah perwakilan penyelenggara dan pengawas Pemilu dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Bawaslu DKI Jakarta, Bawaslu Serang, Bawaslu Banten, Bawaslu Bangka, serta KPU Serang.