Di Balik Kotak Suara, Ada Harapan Rakyat: Demokrasi dan Sastra Dipertemukan dalam Peluncuran Novel Badrul Munir

"Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat demokrasi melalui karya sastra. Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir hadir sebagai pengingat bahwa Pemilu 2024 bukan sekadar peristiwa politik, melainkan juga narasi kemanusiaan tentang pilihan, pengorbanan, dan harapan rakyat Indonesia,” tegas Irwansyah.

Pesan yang muncul dari kegiatan tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan demokrasi Indonesia. Demokrasi tidak cukup hanya dijaga melalui regulasi dan lembaga penyelenggara Pemilu. Ia juga membutuhkan kesadaran warga negara untuk menghargai pilihan, menjaga kebebasan berpendapat, mengawal proses politik, dan memastikan bahwa suara rakyat memiliki makna setelah keluar dari bilik suara.

Pada akhirnya, kotak suara memang hanya benda. Namun, apa yang dimasukkan ke dalamnya adalah suara manusia—dan di balik setiap suara terdapat harapan tentang Indonesia yang ingin diwujudkan.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru