Pelatihan umum pengembangan perpustakaan yang dilaksanakan di lantai II, Ruang Referensi Perpustakaan Vlooswijik IFTK Ledalero diikuti oleh 19 sekolah dasar dan menengah binaan Nusa Tenggara Association (NTA). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berfokus pada penggunaan aplikasi Slims. Aplikasi Slims merupakan sebuah perangkat lunak gratis dan terbuka berbasis web yang digunakan untuk melakukan otomasi dan manajemen pengelolahan perpustakaan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini secara khusus 19 sekolah binaan NTA ibarat ‘tabula rasa’, sebuah kertas kosong yang siap diberi coretan. Pelatihan diberikan mulai dari penginstalasian dan koding, Pengadaan bahan pustaka, inventarisasi, katalogisasi, pemberian nomor panggil, input data eksemplar, pelabelan dan penataan buku, pelayanan sirkulasi dan pemeliharaan serta evaluasi koleksi. Floribertus H. Wanto Tapo S.T, selalu instruktor dan staf IT mengaku bahwa kesempatan ini tidak sekedar sebuah pelatihan tetapi lebih daripada itu merupakan kesempatan baik dan berharga bagi peserta karena belajar dari tahap paling mendasar.
“Ini bukan pelatihan biasa karena bapak ibu sekalian langsung belajar dari tahap paling dasar yakni koding, satu hal yang selama ini dipelajari khusus di bidang IT.” Ungkap Wanto.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik start pengembangan perpustakaan di sekolah dasar dan menengah. Pengaplikasian terhadap materi secara khusus penggunaan aplikasi Slims adalah sebuah tanggapan eksistensial bahwa perpustakaan sudah menemukan cara berada di tengah lajunya arus modernitas.
Konklusi: Apa yang Dipelajari Tidak Boleh Tertinggal di Ruangan Ini
Pelatihan umum perpustakaan kepada sekolah binaan Nusa Tenggara Association di Kabupaten Sikka merupakan titik awal untuk perjalanan yang panjang. Bekal yang diperolah tidak hanya sebuah pelajaran melainkan sebuah optimisme yang tinggi untuk terus membangung perpustakaan ke arah yang lebih baik dan memberi dampak positif kepada banyak orang. Menutup akhir kegiatan dan membuka arah perjalanan baru perpustakaan, Fransiskus Xaverius Sabu S.Fil., M.Hum, salah seorang staf Perpustakaan Vlooswijk membekali para peserta dengan kajian berupa peta jalan tranformasi perpustakaan di Kabupaten Sikka. Terdapat tawaran konstruktif mulai dari jangka pendek, jangka menengah sampai jangka panjang. Staf yang baru menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Indonesia juga menambahkan tawaran konstruktif bagaimana sekolah bertanggung jawab terhadap perpustakaan dalam menyikapi diri perubahan zaman besera segala kekurangan yang lumrah dihadapi oleh para pustakawan dan sekolah.
Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah pada masa ini masih memiliki banyak kekurangan dalam mengurus perpustakaannya. Mulai dari peran ganda, akses pengetahuan yang minim, sosialisasi dan pendampingan yang kurang sampai pada kekurangan fasilitas. Hal ini diakui oleh salah satu peserta pelatihan pada sambutannya.