“Kami sebagai pemula tetap terus membutuhkan bantuan. Berawal dari pengalaman yang baik ini, kami mau tidak hanya didampingi tetapi terus diberi ilmu. Pengalaman belajar dari keterampilan secara bertahap dan modern membuat kami berharap bahwa pelatihan seperti ini tidak berhenti disini. Kami juga akan terus menagih janji untu menjadi sahabat Perpusakaan Vlooswijk“ ujar Arnoldus Arnol.
Menindaklanjuti kekurangan dan harapan peserta, Nusa Tenggara Association (NTA) selaku pihak penyelenggara merespon dengan menetapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang di dalamnya termaktub bantuan laptop kepada seluruh sekolah binaan NTA dan pelatihan rutin kepada peserta. Lebih lanjut, IFTK Ledalero melalui Perpustakaan Vlooswijk juga membuka ruang kepada seluruh peserta dengan menjadikannya sebagai sahabat perpustakaan. Menutup perjumpaan, Floribertus H. Wanto Tapo S.T, Maria Yosefina S.I.Pust. dan Maria Rosa S.I.Pust selaku pemateri dan instruktor menambahkan ‘sedikit bekal’ kepada peserta untuk dibawa pulang bahwasannya pengetahuan yang diperolah tidak berhenti sampai disini.
“Pengetahuan yang didapatkan jangan tertinggal di tempat ini. Semuanya harus dibawa pulang. Teruskan ke sekolah tetapi dengan catatan jangan kembali ke settingan awal”. Ujar mereka.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.