Perpustakaan Vlooswijk dan Keprihatinan Struktural
Dukungan penuh IFTK Ledalero melalui Perpustakaan Vlooswijk terhadap pengembangan dan peningkatan kapasitas pustakawan tidak terlepas dari keprihatian terhadap kualitas perpustakaan di Nusa Tenggara Timur baik dari basis yang paling mendasar seperti sekolah-sekolah sampai pada basis yang lebih tinggi seperti Perguruan Tinggi. Dalam keterangannya, Kepala Perpustakaan Vlooswijk IFTK Ledalero menambahkan bahwa perpustakaan pada era digitalisasi ini perlahan dilupakan meskipun di sini lain dipelihara oleh orang sadar terhadap dampak dalam ruang dan waktu. Kenyataan tidak membohongi bahwa di di zaman yang serba digital, perpustakaan yang tidak sadar konteks, ruang dan waktu, perlahan diabaikan dan dilupakan. Maksudnya adalah bahwa perpustakaan harus tetap selalu eksis tetapi dalam wajah yang baru, wajah yang kontekstual, yang mengikuti perkembangan zaman. Hal ini tidak terlepas dari data aktual bahwa di provinsi Nusa tenggara Timur baru terdapat 5 perpustakaan Perguruan Tinggi yang terakreditasi, yakni Perpustakaan Vlooswijk sebagai perpustakaan pertama di NTT yang terakrakreditasi A, disusul Perpustakaan Universitas Nusa Cendana Kupang (Akreditasi A), Perpustakaan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang (Akreditasi B), Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Kupang (Akreditasi A) dan Perpustakaan Universitas Flores (Akreditasi C). Keprihatinan tersebut menjalar dan kemudian menciptakan kepedulian komunal (kepedulian bersama) untuk mengembangakan perpustakaan yang sadar konteks, berada bersama zaman.
“Kami mendukung terus setiap kegiatan terkait perpustakaan karena kami berharap kegiatan ini bukan terakhir dan kami tidak mau hanya perpustakaan Vlooswijk IFTK Ledalero dan beberapa perpustakaan Perguruan Tinggi lain mendapat akreditasi tetapi setidaknya selain Perguruan Tinggi lain, perpustaakan sekolah-sekolah baik sekolah dasar maupun menengah pun bisa mendapatkan hal yang sama yakni setidaknya terakreditasi” tambah Pater Ito Dhogo.
IFTK Ledaero melalui Perpustakaan Vlooswijk dan Nusa Tenggara Assosiation (NTA) telah memprogramkan agenda wajib perihal prospek terhadap kemajuan perpustaakan sekolah. Ikhtiar terhadap akreditasi sekolah menjadi motivasi utama. Terkait hal ini, kepala Perpustakaan Vlooswjik IFTK Ledalero bersama Koordinator NTA Sikka sudah mengagendakan pelatihan terkait akreditasi sekolah dasar dan menengah.
“Melihat adanya perhatian dan pengembangan yang cukup baik untuk perpustakaan, Nusa Tenggara Association dan Perpustakaan Vlooswijk Ledalero merasa perlu untuk terus membuat pelatihan-pelatihan agar sekolah-sekolah merasahkan manfaatnya. Ke depan kita akan bersama-sama melihat terkait hal-hal yang perlu disiapkan seperti kebuthan dan akreditasi perpustakaan”. Ujar kepala Perpustakaan Vlooswijk.
Slims: Dari Koding Sampai Pemeliharaan dan Evaluasi Koleksi