Tragedi Berdarah di Hewokloang: Niat Cari Pelaku Pemukulan, Dua Pemuda Malah Ditikam, Satu Tewas Tragis

​"Saat keributan terjadi, pelaku TK melakukan penikaman menggunakan sebilah pisau terhadap dua orang korban. Korban F mengalami luka tusuk serius di dada sebelah kiri, sementara korban GH mengalami luka tusuk di bagian punggung," jelas Ipda Leonard Tunga.
Tempat Kejadian Perkara

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Kasus penganiayaan berat kembali mengguncang wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berniat mencari keadilan atas kasus pemukulan sebelumnya, dua orang pemuda asal Kecamatan Waigete justru menjadi korban penikaman sadis. Satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk yang parah.

​Peristiwa berdarah ini terjadi di Dusun Heopuat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka pada Jumat (10/07/2026) siang sekitar pukul 13.00 WITA.

​Kapolres Sikka melalui Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonard Tunga, saat dikonfirmasi media membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang tersebut.

Baca juga: Saver dan Vinsen saling 'Tipu' di Persidangan, Kuasa Hukum Almarhumah Noni di Sikka Desak Penggunaan Lie Detector dan Digital Forensik

​”Benar, kami telah menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang terjadi di Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang. Laporan polisi secara resmi dibuat oleh pelapor berinisial AW (20), seorang ibu rumah tangga asal Igot, Desa Aibura, Kecamatan Waigete, pada Jumat malam sekitar pukul 21.16 WITA di SPKT Polsek Kewapante,” ujar Ipda Leonard Tunga kepada awak media.

Kronologi Kejadian

​Ipda Leonard menjelaskan, peristiwa tragis ini bermula dari adanya perselisihan sebelumnya. Salah satu korban berinisial F (26) sebelumnya diduga sempat dipukul oleh seseorang saat berada di Pasar Wairkoja. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terduga pelaku pemukulan tersebut berdomisili di Desa Heopuat.
​Didorong rasa tidak puas, korban F mengajak korban lainnya berinisial GH (27) serta beberapa rekan mereka untuk mendatangi Desa Heopuat dengan maksud mencari orang yang telah memukul F.

​”Sesampainya di lokasi kejadian di Heopuat, korban F, GH, dan rekan-rekannya bertemu dengan terlapor berinisial TK (36), yang berprofesi sebagai petani setempat. Mereka kemudian menanyakan perihal kejadian pemukulan yang terjadi di Pasar Wairkoja,” ungkap Kasi Humas Polres Sikka.

Baca juga: Polemik Perkara di Pulau Kambing Sikka: Domi Tukan Soroti Kejanggalan Olah TKP dan Sebut Sejarah Tanah Versi Pelapor sebagai 'Lelucon'

​Namun, dialog tersebut tidak berjalan mulus. Situasi di lokasi dengan cepat memanas hingga memicu keributan dan adu mulut yang hebat antara kedua belah pihak. Di tengah ketegangan yang memuncak, terlapor TK secara membabi buta mencabut sebilah pisau dan langsung menyerang para korban.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler