KETUM GERAK NUSANTARA SERUKAN “PROKLAMASI KEMERDEKAAN JILID 2”, TEGASKAN BUKAN REFORMASI JILID 2

Revitriyoso menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi krisis geoekonomi dan geopolitik yang semakin kompleks. Pergeseran kekuatan ekonomi global dari negara-negara Barat menuju kawasan Timur, khususnya Tiongkok, menurutnya telah menciptakan ketegangan baru yang berpotensi memicu konflik berskala besar.
Revitriyoso Husodo (Tengah), Ketua Umum Gerak Nusantara

Ia mengungkapkan bahwa struktur organisasi Gerak Nusantara di berbagai daerah siap turun ke tengah masyarakat untuk menggalang dukungan terhadap agenda kemandirian nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gerak Nusantara menyerukan tiga agenda utama:

Pertama, memperkuat persatuan nasional guna menjaga kedaulatan negara dan melindungi ekonomi nasional dari berbagai bentuk intervensi asing maupun kepentingan kelompok tertentu di dalam negeri.

Kedua, membangun fondasi ekonomi nasional melalui percepatan industrialisasi, penguatan program hilirisasi sumber daya alam, serta penerapan kebijakan fiskal yang disiplin dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ketiga, memperkuat pemberantasan korupsi dengan membangun budaya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui sistem pengelolaan keuangan negara yang terbuka.

“Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Kedaulatan politik harus sejalan dengan kedaulatan ekonomi. Inilah semangat Proklamasi Kemerdekaan Jilid 2 yang harus menjadi gerakan bersama seluruh anak bangsa,” pungkas Revitriyoso.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru