PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere – Dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) yang diperingati setiap tanggal 14 Juni, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere melalui Presidium Gerakan Kemasyarakatan, Melki Bata, bersama kader dan anggota aktif PMKRI Maumere turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Partisipasi tersebut menjadi bentuk nyata komitmen PMKRI terhadap nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah untuk menunjang proses pengobatan dan penyelamatan nyawa.
Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu menjadi momentum penting untuk mengingatkan publik bahwa ketersediaan darah yang aman dan memadai merupakan salah satu kebutuhan vital dalam pelayanan kesehatan. Melalui aksi donor darah, PMKRI Maumere ingin menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan tidak cukup diwujudkan dalam slogan dan diskusi, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Maumere, Melki Bata, menyampaikan apresiasi kepada PMI yang secara konsisten menginisiasi berbagai kegiatan kemanusiaan serta terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah sukarela.
“Hari Donor Darah Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum refleksi untuk membangun kesadaran bersama bahwa setetes darah yang kita sumbangkan dapat menjadi harapan hidup bagi orang lain. Karena itu, kami hadir dan terlibat langsung sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan,” ujar Melki Bata.
Menurutnya, donor darah merupakan salah satu bentuk solidaritas sosial yang sederhana namun memiliki dampak luar biasa. Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan, kebutuhan akan stok darah yang cukup dan berkelanjutan menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama.
Baca juga: Wakil Bupati Nagekeo Jemput Dukungan Menteri Desa, Dorong Desa Tematik dan Listrik Masuk Desa
Ia menegaskan bahwa semangat kemanusiaan perlu terus dirawat dan ditanamkan, terutama di kalangan generasi muda. Donor darah bukan hanya aktivitas sosial, tetapi juga sarana membangun empati, rasa peduli, serta kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam membantu sesama.