Dinilai Ciptakan ‘Jarak’ dengan Masyarakat, Pembangunan Pagar Tinggi di Polres Sikka Dikritik Aktivis HAM

"Kepolisian adalah institusi yang setiap hari berhubungan langsung dengan masyarakat. Karena itu, selain memperhatikan faktor keamanan, penting juga memastikan bahwa masyarakat tetap merasa dekat dan nyaman ketika datang mencari keadilan, perlindungan, atau pelayanan hukum," ujar Hendrika, yang juga menjabat sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Habi, Kecamatan Kangae ini.

Semakin terbuka sebuah lembaga dalam menjelaskan kebijakan dan kinerjanya kepada masyarakat, semakin kuat pula legitimasi dan kepercayaan publik yang akan diperoleh,” tuturnya.

​Menutup keterangannya, Hendrika mendorong Polres Sikka untuk terus membuka ruang dialog yang inklusif bersama akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan warga umum demi membangun sistem pelayanan hukum yang lebih baik ke depan.

​”Kritik yang konstruktif merupakan bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi. Saya berharap Polres Sikka terus menjadi institusi yang terbuka, profesional, dan dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru