Pondok Baca Kampung Kabor Kirim 20 Dus Buku ke Manggarai, Menyalakan Cahaya Literasi hingga Pelosok Desa

"Semoga buku-buku ini bermanfaat bagi anak-anak di sana. Jangan hanya disimpan atau dipajang di rak buku, tetapi harus dibaca dan dimanfaatkan. Karena membaca itu sehat, menulis itu hebat," ujar Yanto De Flores.

Menurutnya, pengiriman buku ke Manggarai merupakan bagian dari komitmen Pondok Baca Kampung Kabor untuk menjangkau daerah-daerah yang masih membutuhkan dukungan bahan bacaan. Selama ini, Pondok Baca Kampung Kabor tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar masyarakat, tetapi juga menjadi pusat gerakan literasi yang aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak demi memperluas akses buku bagi anak-anak dan generasi muda.

Bantuan yang disalurkan ke Desa Gololangkok diharapkan mampu menumbuhkan minat baca, memperkuat budaya belajar, serta melahirkan generasi yang kritis dan berwawasan luas. Setiap halaman buku yang dibaca diyakini akan menjadi benih perubahan yang kelak tumbuh menjadi kekuatan bagi kemajuan desa dan daerah.

Perjalanan 20 dus buku dari Maumere menuju Manggarai pada hari itu bukan sekadar pengiriman logistik. Lebih dari itu, perjalanan tersebut membawa harapan, mimpi, dan masa depan. Melalui gerakan sederhana namun bermakna ini, Pondok Baca Kampung Kabor kembali membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari sebuah buku yang dibaca dan sebuah mimpi yang ditumbuhkan.

Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi masyarakat pedesaan, Pondok Baca Kampung Kabor terus berdiri sebagai pelita yang menerangi jalan literasi, menghadirkan ilmu pengetahuan hingga ke pelosok Flores dan Nusa Tenggara Timur.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru