“Aku Telah Melihat Tuhan”: Jejak Panggilan dan Semangat Misi Diakon Roni Subun, SVD

Moto tahbisannya, “Aku telah melihat Tuhan” (Yohanes 20:18), menjadi refleksi spiritual yang mendalam dalam hidupnya. Moto tersebut mengandung makna iman yang kuat tentang pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yang kemudian menjadi dasar keberanian untuk melayani dan mewartakan kasih-Nya kepada sesama.

Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna tersendiri bagi para calon diakon. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon merupakan penyerahan diri secara resmi untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih di tengah umat.

Di tengah dunia modern yang semakin individualistis, pilihan hidup Frater Roni menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pelayanan dan pengabdian. Panggilan religius bukan tentang mencari kenyamanan hidup, melainkan kesiapan untuk memberi diri demi sesama.

Perjalanan hidup Frater Roni Subun memperlihatkan bahwa panggilan lahir dari pengalaman iman yang mendalam. Dari Kiupunu menuju Ledalero, dan kelak menuju Madagaskar, perjalanan hidupnya menjadi kisah tentang keberanian menjawab panggilan Tuhan.

Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam perjalanan pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan umat manusia.

Dan seperti moto tahbisannya, Frater Roni ingin terus menjadi pribadi yang tidak hanya melihat Tuhan dalam doa, tetapi juga menghadirkan wajah Tuhan melalui pelayanan dan kasih kepada sesama.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler