Setelah menyelesaikan novisiat, Frater Roni melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2019 hingga 2023. Di kampus yang dikenal sebagai pusat pendidikan calon imam dan intelektual Gereja di Indonesia Timur itu, ia ditempa tidak hanya dalam ilmu filsafat dan teologi, tetapi juga dalam semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Sebagai bagian dari proses pembinaan pastoral, Frater Roni menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMAK St. Lukas Olilit Timur, Tanimbar, Keuskupan Amboina, pada tahun 2023 hingga 2024. Pengalaman pastoral tersebut menjadi kesempatan penting baginya untuk hidup bersama umat dan memahami realitas pelayanan Gereja secara langsung.
Di tengah kehidupan masyarakat Tanimbar, Frater Roni belajar bahwa pelayanan Gereja bukan hanya hadir di altar, tetapi juga dalam pendampingan pendidikan, kehidupan sosial, dan kehadiran bagi masyarakat kecil. Pengalaman tersebut semakin memperkuat semangat pelayanannya.
Kini, Frater Roni sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024 hingga 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih matang.
Menariknya, setelah tahbisan nanti, Frater Roni direncanakan menjalani perutusan misioner di Regio SVD Madagascar. Perutusan tersebut menjadi bukti nyata semangat misioner SVD yang siap diutus ke berbagai penjuru dunia demi pewartaan Injil dan pelayanan kemanusiaan.
Madagaskar dikenal sebagai salah satu wilayah misi yang memiliki tantangan sosial, budaya, dan pastoral tersendiri. Karena itu, dibutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki kesiapan mental, spiritual, dan semangat pengabdian tinggi untuk melayani masyarakat di sana.
Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, dan sahabat dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi sukacita bersama, khususnya bagi umat Paroki St. Mikhael Oelami dan Keuskupan Atambua.