Ia menambahkan bahwa pembangunan aula bukan hanya soal membangun fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan tempat yang dapat dipakai untuk pembinaan iman dan pengembangan generasi muda.
“Gereja harus menjadi rumah bersama yang menghadirkan sukacita, pendidikan iman, dan ruang pengembangan kreativitas anak-anak muda. Karena itu aula ini nantinya akan menjadi sarana penting bagi kehidupan umat,” katanya.
Pastor paroki juga mengajak umat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan tidak lelah mendukung pembangunan yang sedang berjalan.
“Kalau kita berjalan bersama, saling menopang, dan tetap menjaga persaudaraan, maka apa yang menjadi cita-cita bersama ini pasti bisa terwujud,” tambahnya.
Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi,S.Fil., turut memberi semangat tersendiri bagi panitia dan masyarakat. Dalam sambutannya, Stef menyampaikan sejumlah poin penting terkait nilai persatuan, pendidikan, dan budaya gotong royong dalam kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas gereja bukan hanya tanggung jawab panitia atau umat semata, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama membangun kualitas kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Pembangunan aula gereja ini bukan hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun ruang perjumpaan, ruang pendidikan iman, dan ruang persaudaraan bagi masyarakat,” ungkapnya.
