Aksi Jilid 5, JPIC dan Truk-F Soroti Keyakinan Kasatreskrim dan Rekonstruksi yang Tidak Adil dalam Kasus Noni

"Bagaimana polisi memutuskan sesuatu tanpa alat bukti yang jelas? Apakah seorang Rovin, anak kecil itu, sendiri bisa melakukan pembunuhan yang begitu rapi? Salah satu unsur yang diperlukan oleh penegak hukum adalah keyakinan,"
Kiri Atas: Kapolres Sikka, AKBP. Bambang Supeno, S.I.K, saat memberikan keterangan kepada massa aksi yang bergabung dalam Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni (bawah): Tim JPIC SVD bersama Kuasa Hukum dan Orang Tua almarhuma adik Noni, saat beraudiens dengan Kapolres Sikka. (Kamis, 21 Mei 2026)

​”Sangat disayangkan, tadi Bapak Kapolres bilang sudah semaksimal mungkin, tetapi menurut kami dan keluarga korban ini tidak maksimal. Karena bukan Rovin pelaku utamanya, publik di luar juga melihat seperti itu. Hari ini saya rasa terlambat, tetapi keadilan tidak pernah datang terlambat,” pungkas Suster Ika.

Komitmen Massa: Kawal Sampai Tuntas

​Aksi unjuk rasa dan audiensi ini berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tabir gelap kematian almarhumah Stevania Trisanti Noni benar-benar terungkap secara jujur, transparan, dan menyentuh aktor-aktor lain yang diduga kuat terlibat. (Irma Rose)

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru