Mei || Antologi Puisi Martin Meli ||

“Mei bukan sekadar nama bulan, melainkan waktu penuh permenungan. Saat jiwa kembali mencari terang, dan menemukan Tuhan dalam kasih yang tenang. Mei bukan sekadar nama bulan, melainkan waktu penuh permenungan. Saat jiwa kembali mencari terang, dan menemukan Tuhan dalam kasih yang tenang.”
Martin Meli, Penulis. Berasal dari Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Saat ini ia adalah mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero yang menekuni studi Teologi. Ia memiliki minat pada dunia pendidikan, refleksi iman dan pengabdian kepada masyarakat.

Untaian Rosario berbisik lirih dan bening.

Butir demi butir menjadi jalan pengharapan,

Mengantar hati menuju damai keselamatan.

 

Pada Bulan Mei yang penuh cahaya,

Umat mengenang kasih Sang Ibunda.

Maria, bunda yang lembut dan setia,

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru