PERSPEKTIFNUSANTARA.COM. – Pembaca yang budiman.
Puisi-puisi berikut merupakan buah dari permenungan yang panjang dari penulis. Penulis (seakan) menggiring pembaca untuk berhenti sejenak kemudian mengambil tempat. Berdoa.
Kalimat yang santun seperti tengah membawa pembaca pada situasi khusuk, pertemuan antara raga dan yang Transendental.
Baca juga: Identitas Pastor di NTT yang Diduga Digerebek Warga saat Berduaan Bersama Perempuan dalam Rumah
Membaca puisi sama dengan membaca doa (kali ini saja).
DI BANGKU DOA
Baca juga: Doa yang Tak Sampai
Datang dengan hati yang penuh beban
Membawa cerita yang tak selalu terucap
Ada yang mencari ketenangan
Ada pula yang datang untuk bertahan
