Barangsiapa menjaga tradisi, Ia merawat rumah. Tradisi sebagai warisan nenek moyang tidak sekedar titipan tanpa makna. Setiap tradisi selalu termaktub di dalamnya nilai-nilai moral yang menjadi landasan dalam berpikir dan bertindak. Dalam masyarakat yang berbudaya pada prinsipnya setiap tradisi harus selalu dijaga agar tidak mati dalam arus modernitas. Setiap tindakan kecil akan menjadi cara paling luhur menjaga tradisi. Menulis cerita rakyat ataupun seni teater adalah upaya menautkan dua zaman yang berbeda dalam satu waktu yang sama.
PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Dalam rangka menyongsong hari ulang tahun (HUT) Yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS yang ke – 11 pada 2 juni 2026, yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan dan kebudayaan itu akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater.
Pelatihan menulis cerita rakyat akan digelar pada tanggal 1-3 mei 2026 , sementara pelatih seni teater akan berlangsung pada tanggal 9-11 Mei 2026 mendatang.
Baca juga: Selembar Kertas di Papan Pengumuman Kampus || Cerpen Martin Meli
Demikian dikatakan oleh Ketua Yayasan GPS, Jefrison Hariyanto Fernando kepada awak media di kantor sekretariat Yayasan GPS, jln. Pelabuhan Seba, kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, (25/04/2026).
Menurut Nando sapaan akrab Fernando, kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal seperti cerita rakyat yang telah turun temurun diwariskan oleh nenek moyang orang Sabu Raijua.
“Kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater ini bertujuan menjaga warisan leluhur kita orang Sabu Raijua khususnya cerita rakyat “ujarnya.
Sedangkan, kegiatan pelatihan seni teater, menurutnya mempunyai tujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi seperti public speaking , improvisasi, serta kreatifitas generasi muda Sabu Raijua.
