Sementara, Mone Ama wilayah adat Seba, Lebar Alu, menilai bahwa kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater yang akan digelar oleh Yayasan GPS merupakan kegiatan yang luar biasa untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal Sabu Raijua.
Menurut pria yang akrab disapa mamedo itu, budaya Sabu Raijua secara turun temurun lebih dikenal dengan budaya tutur sehingga jika tidak ditulis maka beberapa budaya Sabu Raijua seperti cerita rakyat akan punah.
“Ini kegiatan yang luar biasa, karena dengan pelatihan menulis, kita bisa melestarikan dan mendokumentasikan budaya Sabu seperti cerita rakyat melalui tulisan. Kita secara turun temurun melestarikan budaya seperti cerita rakyat ini lewat budaya tutur dan kalau tidak ada yang menulis maka seiring berjalannya waktu budaya tutur akan ditingkatkan oleh generasi muda Sabu Raijua kedepan” ujarnya.
Sebagai Tokoh Adat Sabu Raijua, dirinya berharap kegiatan seperti pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater terus berlanjut sehingga memberikan kesempatan dan peluang bagi generasi muda Sabu Raijua untuk mengasah kemampuan menulis , menari serta berakting lewat teater maupun monolog.
“Saya berharap kegiatan seperti ini berlanjut sehingga adik-adik generasi muda bisa mengasah kemampuan menulis, menari bahkan berakting lewat kegiatan ini” pungkasnya.
Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerpsektifNusantara.com.