Dikatakannya, yang akan menjadi peserta kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat akan difokuskan pada siswa/wi SMA/SMK yang ada di kabupaten Sabu Raijua, sedangkan untuk kegiatan pelatihan seni teater akan difokuskan pada anak-anak sanggar Binaan Yayasan GPS.
“Pelatihan menulis cerita rakyat ini untuk adik-adik SMA/SMK , sedangkan pelatihan seni teater untuk anak-anak disanggar binaan Yayasan kami ” katanya
Lebih lanjut, penulis Buku Mitologi dan budaya Sabu Raijua itu menyampaikan bahwa dua kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan yayasan Generasi Peduli Sabu Raijua atau GPS serta di Dukung oleh Pemda Sabu Raijua.
Dijelaskannya, setelah melakukan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater, kegiatan akan berlanjut dengan Festival seni, Literasi Budaya dan Pemeran pangan Lokal yang akan digelar pada tanggal 20-22 Juli 2026 mendatang.
“Setelah kegiatan pelatihan menulis cerita rakyat dan pelatihan seni teater, semua peserta akan tampil nanti pada kegiatan Akbar yaitu Festival seni, Literasi Budaya dan Pemeran pangan Lokal di bulan Juli” kata Nando didampingi pengurus Yayasan GPS
Terpisah, Ida Kale Dipa, Ketua sanggar seni teater, seni musik, dan seni tari ‘Anak Legenda’ kepada media ini menyampaikan terimakasih kepada Yayasan GPS yang telah memberikan kesempatan kepada anak binaannya untuk mengikuti dua kegiatan tersebut.
“Ini kali pertama di Sabu Raijua, dan kami diberikan kesempatan sebagai peserta dari kegiatan ini, ini tentu kesempatan emas yang kami dapatkan, terimakasih kepada Yayasan GPS yang telah menginisiasi kegiatan seperti ini” ujar Ida.
