By the way, sebelum ke balai desa untuk syukuran, Nona diarak keliling kampung. Sepanjang jalan nona melempar senyum manis dan melambaikan tangan halusnya kepada Warga yang ia temui. Warga yang melihat seakan terhipnotis, seperti menyaksikan sebuah penampakan yang luar kepala hahahaha..
Para pemuda desa pun tak ketinggalan menunjukkan pesona ingin terpilih jadi pria idaman si PPPK. Meski hanya tinggal di kampung tetapi hasil panen mereka bukan main, bisa menghidupi nona, terutama bayar belisnya.
Di balai desa, Opa dan Oma berdiri siap menyambut Nona dan rombongan yang menjemput. Meski sudah berumur, semangat mereka masih sama, segar dan tak lekang oleh waktu. Ini bukan soal umur, bukan soal fisik tapi ini soal semangat, spirit.
“Mari kita sambut Nona, Pegawai PPPK. Semua hadirin diminta berdiri. Kita berikan applaus yang meriah untuk rombongan yang sudah tiba di tempat acara. Selamat datang Nona, ke tempat lahirmu, tempat kamu dibesarkan, tempat kamu dididik, ” teriak MC dengan toa yang mulai soak.
Warga pun bertepuk tangan, anak anak bersiul. Maklum momen bahagia hanya sekali sekali. Apalagi syukuran kesuksesan naik jabatan bisa dihitung dengan jari di kampung Siksak. Maka dari itu, dirayakan dengan penuh antusias.
Nona bersama rombongan pun memasuki balai desa. Selendang pun dikalungkan di lehernya. Anak anak SD pun menari menjemput Nona. Opa dan Oma tak ketinggalan bertepuk tangan mengikuti irama musik.
Nona pun diberikan kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya. “Hari ini saya sangat bergembira, mendapat sambutan yang istimewa. Dalam nada syukur kepada Tuhan, saya mengucapkan Terima kasih untukmu semua. Setelah ini saya akan bekerja menjadi PPPK. Do’akan supaya kerjaanya lancar. Niscaya rejeki pun tak berhenti mengalir,” ucapnya disambut tepuk tangan warga desa.
