Ia melanjutkan “setelah ini saya akan bekerja di Kota Pinggir Pantai. Saya bersyukur dengan gaji yang cukup besar saya bisa membantu warga di kampung kita. Mari sama-sama bergandengan tangan untuk Kampung Siksak yang lebih baik.”
“Pencapaian ini tidaklah mudah. Saya bersyukur, setelah sekian tahun mengabdi secara gratis. Akhirnya saya berhasil mendapat kesempatan untuk digaji secara layak. Untuk dihargai segala capeh lelah yang terbuang. Saya ucapkan Terima kasih untuk kebaikan pemerintah yang menghargai para pekerja tanpa upah seperti saya.”
“Gaji yang saya Terima cukup besar bapak mama sekalian,” ucapan Nona langsung disambut tepuk tangan Nona pun tersipu malu. “Jika dulu saya hanya dapat uang bensin sekarang saya dapat uang untuk bisa buat rumah, bantu keluarga dan menabung untuk menikah nanti,” kata Nona.
“Saya berharap ada yang bisa mengikuti jejak saya. Untuk kampung kita yang lebih baik dan masa depan anak cucu yang lebih cerah.
Selain ungkapan hati dari Nona, banyak pesan pun mengalir dari terus dari tua adat dan juga anggota keluarga. ” Bekerjalah secara baik baik. Jaga kepercayaan dan kesehatan. Jangan sombong dengan gaji yang besar. Tetap rendah hati dan mau berbagi,” demikian titipan pesan yang diterima Nona PPPK.
Bersambungggg… (Lanjutan nanti – Dinamika pekerjaan dan Kisruh 600 perak)..
Klik Link Ini Untuk Dapatkan Berita Hanya di PerspektifNusantara.com
