Ia merasa menyesal. Andai saja dulu tetap bersama. Kini ia bisa jadi bapak dengan istri pegawai. Pagi-pagi antar Nona ke kantor. Lalu kawannya bisa panggil Pak karena si Nona sudah jadi Ibu Pegawai. Tapi itu hanya mimpi. Sekarang status mantan, jadi hanya bisa berandai.
Dan akhirnya saat yang ditunggu tunggu itu tiba. Hari pelantikan yang lama dinanti datang juga. Si Nona tampil dengan seragam kebanggaan PPPK sambil mengucap sumpah janji setia. Pelantikan berlangsung meriah. Warga di kampung Siksak berkumpul di balai desa menyaksikan acara pelantikan secara live streaming sambil merayakannya penuh syukur.
Meski demikian pada sisi lain, gosip di kampung makin menjadi jadi. “Kalian tahu tidak gaji Nona sekarang besar sekali. Bahkan banyak tunjangan. Apalagi gaji 13 itu besar ngery,” kata seorang Mama yang terkenal cerewet. “Ia benar saya dengar juga begitu, Nona punya gaji sudah besar, bisa bangun rumah dan siap menikah,” kata warga lainnya.
Seorang bapak pun tak ketinggalan bergosip, “tapi saya dengar katanya dia ada gadai SK PPPK. Yah…tidak apa-apa dia gaji besar juga. Palingan nanti tiap bulan dia angsur,” pungkasnya. Demikian gosip mulai menjalar kemana mana. Nona di kota pun masih asyik dengan dunianya. Ia tidak tahu, namanya di kampung selain harum, juga mulai berbau.
Dan ternyata memang sebagian gosip itu benar. Si Nona dengan percaya diri menuju Bank menggadaikan SK kebanggaan yang baru ia raih. Pinjaman besar ia dapatkan. Motor baru, HP baru, tas baru, Skincare baru diboyong Nona dari Kota ke kampung. Maklum status baru, wajah juga harus baru, semua harus baru. Kecuali calon suami. Untuk saat ini sabar dulu. Maklum masih berhutang, takut dibilang tak ber-uang oleh keluarga laki he he he.
Sekembalinya Nona ke kampung halaman pun disambut dengan sangat meriah. Sapaan adat dan tangisan keluarga atas kesuksesan yang Nona raih membuat suasana menjadi begitu haru.
Disisi lain, teman teman sekelasnya dulu yang tidak melanjutkan pendidikan makin minder dengan status si Nona. Dalam hati mereka bangga, tapi juga merasa minder karena Nona sudah sukses. “Saya kek rasanya tidak enak ketemu dengan nona, dia sekarang tampilannya beda, makin glowing, rambutnya ditarik, sepatu hak tinggi, bulu mata makin menyala,” kata Dian teman sebangkunya dulu semasa SD. “Ia e.. Tapi kayaknya dia makin sombong, tadi saya senyum dengan dia tapi dia pasang muka datar inikah,” kata Maria teman SMPnya. “Sudahlah jangan gosip, itu dia punya rejeki, mari kita syukuri,” kata Nia yang kini jadi wirausahawati di kampung.
