PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Pagi yang dingin di kampung “Siksak”, memaksa raga untuk tak enggan beranjak dari bantal yang empuk dan kasur yang hangat. Amaja, seorang pemuda desa pekerja keras berlari dari atas punggung bukit menelusuri lereng curam. Wajahnya tampak berseri seri dengan keringat membasahi otot ototnya yang keras.
“Ada kabar gembira, ayo merapat ke balai desa!!!, ” demikian teriaknya dengan napas tersenggal senggal. Nong Kocak yang masih tidur dengan segala kehangatan dan kenyamanan pun tersentak kaget dan bangun. “Berita Gembira? Ada Apa? Jangan sampai ada makanan enak hari ini,” gumamnya dalam hati.
Di depan teras rumahnya, warga sekitar nampak berlarian menuju balai desa. Tak terkecuali anak anak, opa dan oma pun ikut berlari seakan tak mau ketinggalan informasi yang dibawa si Amaja dari Kota Pinggir Pantai. Maklum di kampung, satu kabar gembira bisa menjadi oase penyejuk hati seluruh warga. Sstttt…. tapi jangan lupa gosip juga bisa membuat saudara jadi tak sedarah hehehe.
Baca juga: Teras Ilmu: Rumah Belajar "Menggaris dari Pinggir"
Kalau di kota Pinggir Pantai memang agak beda tensinya. Politiknya sangat kental luar binasa. Saling sikut, tiada kawan maupun lawan, semua jadi blasteran. Belum lagi sikap individualis warganya, aduhaii hahahaha. (Jangan ketawa dalam hati) Nanti Om Strom. Tapi bukan Veronika. Wkwkwkwkwk
Kita Lanjut Yachhh…
Singkat kata, warga sudah berkumpul. Nong Kocak yang baru bangun tidur dengan rasa kantuk yang tertahankan sudah tiba di Balai Desa. Sarung lipa tak lupa ditentengnya juga. Maklum di kampung dingin, butuh kehangatan dan Sarung Lipa bisa menghangatkan tubuh.
Di panggung balai desa Amaja sudah berdiri tak sabar ingin membagikan kabar gembira itu. “Semua sudah hadir kah?saya mau mulai ini. Ada kabar baik untuk kampung Siksak kita yang tercinta ini, ” tanya Amaja membuka pembicaraan.
Baca juga: Lirik Lagu Ambon: Percuma Beta Susah di Rantau
“Ayo kasih tau sudah,” teriak seorang pria dibalik kerumunan menjawab pertanyaan Amaja. “Ok ok baik, semuanya diharapkan tenang,” jawab Amaja.
