Teras Ilmu: Rumah Belajar “Menggaris dari Pinggir”

Insert Foto Teras Ilmu

PerspektifNusantara.com-Semangat literasi semakin semarak digiatkan di jagat Maumere, Kabupaten Sikka. Adalah melalui Teras Ilmu, sebuah komunitas literasi yang diprakarsai oleh Romanica Y. Febriliani. Komunitas yang baru terbentuk pada tanggal 06 Februari 2026 ini terus menggiatkan aksi literasi di bumi Nian Tana ini. Dari kecintaan terhadap anak kecil dan keinginan untuk membentuk rumah belajar yang gratis, Romanica dkk telah melahirkan sebuah rumah literasi dan kini mulai menunjukkan taring dengan bertekad untuk mendidik anak-anak Nian Tana secara gratis. Menurut gadis yang pernah menjadi pengajar di salah satu rumah belajar di Maumere ini, dibalik tekanan ekonomi yang tinggi, mesti ada sebuah komunitas atau rumah literasi yang berani memberi diri secara cuma-cuma demi terciptakanya kesempatan dan ruang belajar yang nyaman bagi generasi Nian tana.

‘Di dunia yang sekarang semua hal sudah tidak ada yang gratis. Semua serba berbayar dan tidak semua anak punya kesempatan untuk belajar di dalamnya karena bebrapa faktor, salah satunya adalah faktor keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu Teras ilmu lahir untuk menjawabi kekurangan sekaligus menutupi keterbatasan ini.” Ungkap Romanica.

Di usianya yang tergolong baru, Teras Ilmu sudah memiliki 2 jenis kelas yakni kelas literasi dan kelas Kreatif yang diampuh oleh 10 tenaga volunter yang terkualifikasi di bidang Pendidikan, Sastra Inggris, desain grafis dan lainnya. Kedua kelas ini dilaksanakn dua kali sebulan pada setiap hari sabtu dan minggu. Pada kelas literasi, anak-anak dibekali dengan pembelajaran tentang membaca dan menulis . Sedangkan di kelas kreasi, anak-anak diajarkan ilmu-lmu kreasi seperti menggambar, mewarnai dan lain-lain.

Baca juga: Alex Uskono dan Perjalanan Musik yang Menyatuh dari Kupang Hingga Nusantara

“Sejauh ini kami ajar mereka membaca buku cerita pilihan masing-masing lalu menulis tokoh favorit dan pesan moral, membaca buku cerita dalam kelompok lalu menceritakan kembali, mini drama, menonton film pendek cerita rakyat dari pulau flores lalu menjawab beberapa pertanyaan yang sudah disiapkan”. Romanica menambahkan.

Di samping kelas literasi dan Kreasi, ada pula Outing class, sebuah jenis kelas yang didesain untuk tidak menciptakan titik jenuh pada anak-anak. Pada kelas ini, anak-anak diperkenalkan dengan tenaga voluntir yang punya atensi untuk memberikan pelajaran secara sukarela di ruang public.
Rumah Belajar Teras ilmu kini membuka ruang seluas-luasnya kepada anak-anak Nian Tana untuk memanfaatkan kesempatan menimbah ilmu dan belajar bersama.

” Untuk adik-adik sekalian, kami belum bisa turun ke desa-desa untuk memenuhi kebutuhan belajar kalian tetapi doakan kami bertekad bahwa suatu saat kalian juga akan mempunyai kesempatan untuk belajar di Teras Ilmu.” Tambah Romanica.

Baca juga: Sekdis DISARPUS Sikka Sosialisasikan Gerakan 30 Menit Membaca di SDN Bolawolon dan SDN Blatat

Teras Ilmu juga menghimbau kepada para orangtua untuk tidak membiarkan anak-anak belarut dalam aktivitas dan kebiasaan yang tidak mendidik atau tidak mendukung tumbuh kembang kognitif anak.
Sampai berita ini diturunkan, Teras Ilmu telah memiliki kurang lebih 20-an anak didik yang terdiri dari berbagai jenjang Pendidikan.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru