Pertanyaan tersebut menjadi ajakan bagi para calon Krisma untuk tidak berhenti pada pemahaman teoritis tentang Roh Kudus, tetapi berani melihat kembali perjalanan iman dan kehidupan mereka masing-masing.
Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal bagi 112 siswa seminari untuk mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum menerima Sakramen Krisma.
Lebih dari sekadar menerima sebuah sakramen, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi Katolik yang dewasa dalam iman, teguh dalam pengharapan, dan nyata dalam kasih, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Injil melalui kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Krisma tidak menjadi titik akhir perjalanan pembinaan iman, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk hidup sebagai saksi Kristus dan menghadirkan karya Roh Kudus di tengah dunia.
