112 Siswa Seminari Ikuti Pembinaan Calon Krisma di Katedral St. Yosep Maumere

Pembinaan menghadirkan Pastor Paroki, Romo Epy Rimo, bersama Sr. Maria, PRR, sebagai pemateri. Para peserta diajak untuk kembali mendalami hakikat Sakramen Krisma sebagai Sakramen Penguatan yang menyempurnakan dan meneguhkan rahmat yang telah diterima dalam Sakramen Baptis.

Bukan Sekadar Sakramen

Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pembinaan ialah bahwa menerima Sakramen Krisma berarti bersedia membuka diri terhadap karya Roh Kudus dalam kehidupan.

Karena itu, ukuran kedewasaan iman seorang penerima Krisma tidak berhenti pada kehadiran dalam perayaan sakramen, melainkan harus terlihat dalam kehidupan konkret.

Iman, demikian ditekankan dalam pembinaan, semestinya tampak dalam cara berpikir, berbicara, bertindak, mengambil keputusan, serta memperlakukan sesama.

Dengan demikian, Sakramen Krisma membawa konsekuensi bahwa setiap penerimanya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, bahkan dalam berbagai tantangan kehidupan generasi muda saat ini.

Para peserta kemudian diajak melakukan refleksi pribadi melalui sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam:

“Apakah hidup saya sudah menunjukkan bahwa Roh Kudus sungguh bekerja di dalam diri saya?”

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru