Bukan Sekadar Sakramen
Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pembinaan ialah bahwa menerima Sakramen Krisma berarti bersedia membuka diri terhadap karya Roh Kudus dalam kehidupan.
Karena itu, ukuran kedewasaan iman seorang penerima Krisma tidak berhenti pada kehadiran dalam perayaan sakramen, melainkan harus terlihat dalam kehidupan konkret.
Iman, demikian ditekankan dalam pembinaan, semestinya tampak dalam cara berpikir, berbicara, bertindak, mengambil keputusan, serta memperlakukan sesama.
Dengan demikian, Sakramen Krisma membawa konsekuensi bahwa setiap penerimanya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, bahkan dalam berbagai tantangan kehidupan generasi muda saat ini.
Para peserta kemudian diajak melakukan refleksi pribadi melalui sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam:
“Apakah hidup saya sudah menunjukkan bahwa Roh Kudus sungguh bekerja di dalam diri saya?”
