Setelah menyelesaikan tes tertulis, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara motivasi awal panggilan yang dimulai pada pukul 10.15 Wita. Wawancara dilakukan oleh para imam pembina untuk menggali lebih dalam motivasi, kesiapan, serta pemahaman para calon mengenai kehidupan seminari dan panggilan imamat.
Ketua Panitia Penerimaan Murid Baru Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, Hendrik P. Bhezo, S.Fil., menjelaskan bahwa antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi. Ia juga mengumumkan bahwa pihak seminari masih membuka kesempatan bagi calon peserta yang belum sempat mengikuti seleksi tahap pertama.
“Pada tanggal 12 Juni 2026 akan dibuka Testing Gelombang II bagi peserta yang telah mendaftar namun berhalangan hadir pada Gelombang I, serta bagi calon seminaris yang melakukan pendaftaran dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Menurut Hendrik, proses seleksi tidak hanya bertujuan menjaring peserta didik baru, tetapi juga membantu para calon untuk semakin mengenal panggilan hidup yang sedang mereka perjuangkan.
Testing Masuk Gelombang I ini menjadi langkah awal dalam perjalanan pembinaan calon imam di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere. Melalui proses seleksi akademik dan wawancara panggilan, para calon diharapkan mampu mempersiapkan diri secara intelektual, spiritual, dan kepribadian untuk menjalani kehidupan seminari yang menuntut kedisiplinan, pelayanan, dan kedewasaan iman.
Dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah di Flores dan Kepulauan Solor, Seminari BSB Maumere terus menunjukkan perannya sebagai salah satu lembaga pembinaan calon imam yang menjadi harapan Gereja Katolik di wilayah Nusa Tenggara Timur dalam menyiapkan generasi pelayan altar yang berkualitas dan berintegritas.
