Setelah menyelesaikan novisiat, ia melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2018 hingga 2022. Kampus Ledalero dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan calon imam terbesar di Indonesia Timur yang telah melahirkan banyak imam, misionaris, dan intelektual Gereja.
Di Ledalero, Frater Yohan tidak hanya dibentuk secara akademik, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan semangat kemanusiaan. Ia ditempa untuk menjadi pelayan Gereja yang mampu hadir di tengah persoalan masyarakat dengan semangat kasih dan pengabdian.
Semangat misionernya semakin diperkaya ketika ia menjalani OTP (Overseas Training Program) di Tchad, Afrika Tengah, pada tahun 2022 hingga 2024. Pengalaman lintas budaya dan lintas negara tersebut menjadi sekolah kehidupan yang memperluas cara pandangnya tentang Gereja universal dan pelayanan kemanusiaan.
Melayani di Afrika bukanlah pengalaman yang mudah. Dibutuhkan keberanian, kemampuan beradaptasi, dan semangat pengorbanan yang tinggi. Namun, pengalaman tersebut justru memperlihatkan kesungguhan Frater Yohan dalam menjalani panggilan misioner SVD yang siap diutus ke mana saja demi pewartaan Injil.
Kini, Frater Yohan sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024–2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih mendalam. Setelah tahbisan nanti, ia juga direncanakan menjalani perutusan di Netherland-Belgium SVD Province, sebuah bentuk kepercayaan besar atas kesiapan dan dedikasinya dalam karya misi internasional.
Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero menjadi sukacita besar, bukan hanya bagi keluarga dan komunitas SVD, tetapi juga bagi umat Paroki Lengkong Cepang dan Keuskupan Labuan Bajo.
Di tengah dunia modern yang sering menawarkan kenyamanan dan kehidupan instan, pilihan hidup Frater Yohan menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang berani meninggalkan kepentingan pribadi demi pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan serta sesama.