Dalam Gereja Katolik, diakon dipanggil untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih. Karena itu, tahbisan diakon bukan sekadar gelar rohani, melainkan komitmen untuk hidup dalam semangat pelayanan yang rendah hati dan penuh kasih.
Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna mendalam bagi para calon diakon. Tahbisan tersebut menjadi tanda bahwa Gereja terus melahirkan pelayan-pelayan baru yang siap diutus membawa terang Injil ke berbagai penjuru dunia.
Perjalanan hidup Frater Yohan Rudin memperlihatkan bahwa panggilan sejati lahir dari keberanian untuk percaya dan melangkah bersama Tuhan. Dari Flores menuju Afrika, dan kelak menuju Eropa, jalan hidupnya menjadi gambaran nyata semangat misioner Gereja yang tidak mengenal batas wilayah maupun budaya.
Tahbisan pada 31 Mei 2026 mendatang menjadi awal dari pengabdian baru. Sebuah perjalanan pelayanan yang akan terus diuji oleh tantangan zaman, tetapi juga dipenuhi harapan untuk menghadirkan terang Kristus bagi dunia.
Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Yohan Rudin memilih untuk tetap percaya kepada terang itu — terang yang memanggil, membimbing, dan mengutusnya untuk melayani umat manusia.