Menembus Batas Misi: Perjalanan Panggilan Diakon Yohan Rudin, SVD dari Flores hingga Afrika

Moto tahbisannya, “Percayalah kepada terang itu” (Yohanes 12:36), mencerminkan arah spiritualitas hidupnya. Moto tersebut mengandung pesan mendalam tentang iman, harapan, dan keberanian untuk berjalan bersama terang Kristus di tengah dunia yang sering diliputi ketidakpastian dan tantangan zaman.

Dalam Gereja Katolik, diakon dipanggil untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih. Karena itu, tahbisan diakon bukan sekadar gelar rohani, melainkan komitmen untuk hidup dalam semangat pelayanan yang rendah hati dan penuh kasih.

Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna mendalam bagi para calon diakon. Tahbisan tersebut menjadi tanda bahwa Gereja terus melahirkan pelayan-pelayan baru yang siap diutus membawa terang Injil ke berbagai penjuru dunia.

Perjalanan hidup Frater Yohan Rudin memperlihatkan bahwa panggilan sejati lahir dari keberanian untuk percaya dan melangkah bersama Tuhan. Dari Flores menuju Afrika, dan kelak menuju Eropa, jalan hidupnya menjadi gambaran nyata semangat misioner Gereja yang tidak mengenal batas wilayah maupun budaya.

Tahbisan pada 31 Mei 2026 mendatang menjadi awal dari pengabdian baru. Sebuah perjalanan pelayanan yang akan terus diuji oleh tantangan zaman, tetapi juga dipenuhi harapan untuk menghadirkan terang Kristus bagi dunia.

Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Yohan Rudin memilih untuk tetap percaya kepada terang itu — terang yang memanggil, membimbing, dan mengutusnya untuk melayani umat manusia.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler