Kita.., aku dan kamu
Pernah memimpikan hari esok yang indah
Pernah berjuang untuk menjadi rumah tempat kita pulang
Namun, waktu menolak kita untuk masuk melewati pintu yang sama
Pamit menyudahi kisah kita
Tiada lagi KITA di hari esok
Aku dan kamu, jalan kita telah berbeda arah
Usai…
MAAF !
Kisah telah berakhir
Raga tak lagi kurengkuh
Tetapi kenangan itu memelukku
Jumpa telah usai
Tawa tak lagi terdengar
Namun rasa ini tak pernah hilang
Gerimis melebat
Kenangan mengusik
Rindu menggila
Ahhh… Tuhan kenapa sesingkat ini ???
Sesayang itukah Kau padanya?
Aku masih ingin mengeja waktu bersamanya
Mengurai tiap detik berdua
Melukis kisah perjalanan kami
Tuhan… berapa kurang lagi asahku?
Harus berapa banyak lagi usahaku?
Aku mau dia
Tetapi Engkau memilihnya
Aku mau dia
Tetapi Engkau memanggilnya
Maaf Tuhan.. Ijin protes
Aku belum ikhlas melepasnya
AH TUHAN
Pada kesempatan yg pernah diberi-Nya,
Kita berjuang menjadikan satu dari dua,
Kita pernah melafalkan harap agar tujuh kita adalah
Satu disaat yg semestinya menurut rencana kita
