PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan, tetapi juga memutus sejumlah akses transportasi yang menjadi urat nadi masyarakat. Salah satunya ruas jalan penghubung Waigete–Galit, tepatnya di kawasan Kali Buwer, yang mengalami kerusakan parah hingga lumpuh total akibat longsoran dan material batuan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Desa Egon Gahar, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, kini menghadapi kesulitan serius untuk keluar-masuk wilayah mereka. Material longsoran berupa batu dan tanah menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Ruas tersebut merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan masyarakat Desa Egon Gahar dengan wilayah Kecamatan Mapitara dan selanjutnya menuju jalur utama Trans Flores Larantuka–Maumere melalui wilayah Waigete.
Bagi masyarakat, jalan ini bukan sekadar akses transportasi biasa. Jalur tersebut menjadi akses penting untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, perdagangan, hingga jalur evakuasi dalam kondisi darurat.
Kondisi paling dikhawatirkan adalah terputusnya akses masyarakat Desa Egon Gahar menuju Puskesmas Mapitara. Jalur ini selama ini menjadi salah satu akses terdekat bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk bagi ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Selain itu, masyarakat Desa Egon Gahar juga selama ini mengandalkan jalur tersebut untuk menuju sejumlah pasar lokal, termasuk Pasar Natakoli dan Pasar Hale. Terputusnya jalan membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu.
Baca juga: Respon Cepat Lanal Maumere, Prajurit Dirikan Dua Tenda untuk 267 Siswa Seminari BSB yang Mengungsi
Akses pendidikan juga terdampak. Anak-anak sekolah, guru dan tenaga pendidik yang hendak menuju sekolah-sekolah di wilayah Mapitara mengalami kesulitan akibat jalan yang tidak dapat dilalui.