Sejak gempa pada 15 Agustus hingga berita ini diturunkan, masyarakat mengaku aktivitas mereka masih sangat terbatas.
Warga: Kami Terjebak di Egon Gahar
Hilarius Carvalho, warga Desa Egon Gahar, mengatakan masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera turun tangan membersihkan dan memperbaiki ruas jalan yang tertutup material longsor tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang lumpuh membuat masyarakat kesulitan memperoleh pelayanan kesehatan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat kesulitan kalau mau berobat ke Puskesmas Mapitara. Anak-anak dan bapak ibu guru yang mengajar di SMPN Mapitara dan SDI Galit serta sekolah di sekitarnya juga tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Hilarius.
Ia meminta pemerintah tidak menunggu kondisi semakin parah untuk melakukan penanganan.
Menurut Hilarius, akses tersebut juga memiliki arti strategis bagi keselamatan warga Desa Egon Gahar karena berada dalam kawasan yang memiliki risiko kebencanaan, termasuk aktivitas Gunung Egon.